Warga Desa Boddia Takalar Dilatih Olah Hasil Laut Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

TAKALAR, kilometer40.com/ — Upaya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan laut di Kabupaten Takalar terus digencarkan. Sejumlah warga Desa Boddia, Kecamatan Galesong Selatan, baru-baru ini mengikuti pelatihan mengolah ikan dan berbagai hasil laut lainnya agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi — sebuah langkah konkret menuju pemberdayaan ekonomi nelayan dan masyarakat pesisir.

Takalar dikenal sebagai salah satu kabupaten dengan potensi perikanan terbesar di Sulawesi Selatan. Garis pantai yang panjang dan kekayaan laut yang melimpah seharusnya menjadi sumber kemakmuran — namun tanpa kemampuan pengolahan yang baik, nelayan sering kali hanya mendapatkan harga dasar yang jauh dari optimal.

Dari Ikan Segar ke Produk Olahan Bernilai Tinggi

Pelatihan ini mengajarkan peserta cara mengolah hasil laut — mulai dari ikan, udang, cumi-cumi, hingga kerang — menjadi berbagai produk olahan seperti abon ikan, kerupuk ikan, ikan asap, nugget ikan, hingga terasi berkualitas. Produk-produk olahan ini memiliki masa simpan lebih panjang dan harga jual yang bisa tiga hingga lima kali lipat dari harga ikan segar.

Lebih dari sekadar keterampilan memasak, peserta juga mendapat pembekalan soal standar kebersihan dan keamanan pangan (food safety), pengemasan produk yang menarik, serta dasar-dasar pemasaran — termasuk pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace online.

Mengapa Ini Penting bagi Ekonomi Takalar?

Sektor perikanan dan pertanian adalah dua pilar utama ekonomi Kabupaten Takalar. Dalam visi pembangunan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye, penguatan sektor perikanan masuk sebagai salah satu dari tujuh program unggulan daerah.

Namun selama ini, sebagian besar nelayan Takalar menjual hasil tangkapan dalam kondisi segar — rentan terhadap fluktuasi harga, kerusakan cepat, dan ketergantungan pada tengkulak. Dengan kemampuan mengolah hasil laut, para nelayan dan keluarganya bisa:

  • Mengendalikan harga jual produk mereka sendiri
  • Memanfaatkan hasil tangkapan yang tidak laku di pasar ikan segar
  • Menciptakan lapangan kerja baru di kampung halaman
  • Memasarkan produk ke luar daerah, bahkan berpotensi ekspor

Potensi yang Belum Tergarap Maksimal

Desa Boddia dan kawasan Galesong Selatan selama ini dikenal sebagai sentra produksi ikan bandeng dan berbagai ikan laut lainnya. Namun sebagian besar produk masih dijual dalam kondisi mentah ke pengepul dari luar daerah. Hilirisasi produk perikanan skala rumah tangga inilah yang ingin didorong oleh program pelatihan semacam ini.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, akses permodalan untuk UMKM pengolahan, serta jaringan pemasaran yang lebih luas, potensi ekonomi perikanan Takalar masih bisa berkembang jauh lebih besar dari kondisi saat ini.

kilometer40.com/ mendukung setiap langkah pemberdayaan masyarakat pesisir Takalar. Jika ada program serupa di desa Anda, sampaikan informasinya kepada kami.

Sumber: detik.com/sulsel, informasi lapangan | Redaksi Kilometer40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *