Takalar Raih Dua Penghargaan Indikator Makro dari Gubernur Sulsel, Boyong Insentif Rp150 Juta

TAKALAR, kilometer40.com/ — Kabupaten Takalar kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan silaturahmi Forkopimda Sulsel yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Sungai Tangka, Kota Makassar, Minggu (29/3/2026) malam, Takalar berhasil meraih dua penghargaan sekaligus atas capaian indikator makro pembangunan daerah.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman kepada Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye. Masing-masing penghargaan disertai insentif sebesar Rp75 juta, sehingga total yang diterima Takalar mencapai Rp150 juta.

Dua Kategori Penghargaan

Dua penghargaan yang diraih Takalar adalah:

  1. Gini Ratio (Tingkat Ketimpangan Pengeluaran) — Takalar berhasil menekan angka kesenjangan ekonomi antarwarga ke tingkat yang lebih rendah dibanding rata-rata kabupaten lain di Sulsel. Ini menandakan distribusi pendapatan yang semakin merata di masyarakat.
  2. TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) — Takalar menunjukkan angka partisipasi kerja yang tinggi, mencerminkan bahwa lebih banyak warga usia produktif yang aktif bekerja atau mencari pekerjaan.

Refleksi Kerja Nyata Pemkab Takalar

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Takalar. Dalam visi RPJMD Takalar 2025–2030 yang diusung adalah Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital.

Sejumlah program strategis yang didorong antara lain Takalar Digital, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan sektor perikanan dan pertanian, pengembangan BUMD, BUMDes, UMKM dan koperasi, serta pembangunan infrastruktur yang merata.

Indikator pembangunan Takalar memang menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, sementara produktivitas padi naik hingga 18,52 persen dalam satu tahun terakhir — capaian yang tidak bisa dianggap remeh di sektor pertanian.

Tidak Cukup Berhenti di Penghargaan

Meski bangga dengan prestasi ini, Pemkab Takalar mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Dampak efisiensi anggaran dari pemerintah pusat menjadi kendala nyata yang mempengaruhi pelaksanaan program, khususnya di sektor infrastruktur.

Realisasi pendapatan daerah Takalar tahun 2025 mencapai Rp1,19 triliun atau 97,77 persen dari target — angka yang cukup baik, namun tekanan fiskal tetap ada. Langkah strategis seperti digitalisasi sistem pembayaran pajak, intensifikasi PAD, dan pemutakhiran data wajib pajak terus disiapkan.

Penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan titik tolak untuk melayani warga Takalar lebih baik lagi. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus bersinergi demi kemajuan daerah yang kita cintai bersama.

Sumber: Pemkab Takalar, Pemprov Sulsel | Redaksi Kilometer40

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *