TAKALAR, kilometer40.com/ — Di tengah derasnya arus transformasi digital yang mengubah wajah ekonomi Indonesia, Kabupaten Takalar tidak mau ketinggalan. Di bawah kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye, Takalar menetapkan visi besar: Takalar Maju dan Berdaya Saing melalui Ekonomi Digital — tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030.
Program “Takalar Digital” menjadi salah satu dari tujuh program unggulan yang ingin diwujudkan. Bukan sekadar slogan, ini adalah cetak biru transformasi cara pemerintah daerah bekerja dan cara masyarakat Takalar berpartisipasi dalam ekonomi modern.
Tujuh Program Unggulan Takalar
Selain Takalar Digital, enam program unggulan lainnya yang menjadi prioritas dalam RPJMD Takalar 2025–2030 adalah:
- Takalar Digital — digitalisasi layanan publik dan tata kelola pemerintahan
- Peningkatan PAD — intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan asli daerah
- Penguatan sektor perikanan dan pertanian — hilirisasi komoditas unggulan lokal
- Pengembangan BUMD, BUMDes, UMKM, dan koperasi — penguatan ekonomi kerakyatan
- Peningkatan kualitas pelayanan publik dan SDM — pembangunan manusia unggul
- Pembangunan infrastruktur — konektivitas dan fasilitas penunjang ekonomi
- Penataan lingkungan — Takalar bersih, indah, sehat, dan nyaman
Apa Itu “Takalar Digital” dalam Praktik?
Program Takalar Digital bukan hanya tentang membeli perangkat komputer atau membangun WiFi di kantor dinas. Ini adalah transformasi menyeluruh yang mencakup:
- Digitalisasi layanan publik: perizinan, administrasi kependudukan, pengaduan masyarakat, dan pembayaran pajak daerah berbasis online
- QRIS dan pembayaran digital: Takalar aktif memperluas kanal pembayaran nontunai, termasuk bekerja sama dengan Bank Sulselbar untuk memperkuat ekosistem keuangan digital daerah
- Data terbuka: pemutakhiran database wajib pajak dan integrasi sistem informasi OPD untuk mencegah kebocoran anggaran
- UMKM Go Digital: mendorong pelaku usaha lokal — termasuk pengolah hasil laut dan produk pertanian — untuk memanfaatkan platform e-commerce
Capaian Awal yang Menggembirakan
Dalam satu tahun pertama kepemimpinannya, Bupati Firdaus telah mencatatkan sejumlah indikator positif. IPM Takalar meningkat, produktivitas padi naik 18,52 persen, dan Takalar meraih dua penghargaan indikator makro dari Gubernur Sulsel — capaian Gini Ratio dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang memuaskan. Selain itu, realisasi anggaran daerah 2025 mencapai 91,39 persen — angka yang mencerminkan eksekusi program yang cukup disiplin.
Tantangan: Infrastruktur Digital yang Belum Merata
Meski ambisi besar sudah ditetapkan, tantangan nyata di lapangan tidak bisa diabaikan. Akses internet yang belum merata — terutama di kecamatan-kecamatan terpencil Takalar — menjadi hambatan utama dalam mewujudkan layanan digital yang inklusif. Tanpa sinyal yang kuat dan stabil, program digitalisasi hanya akan dinikmati warga yang tinggal di pusat kota.
Selain itu, literasi digital masyarakat — terutama generasi tua dan komunitas nelayan serta petani — perlu ditingkatkan secara masif agar transformasi digital benar-benar membawa manfaat ke seluruh lapisan masyarakat Takalar.
kilometer40.com/ percaya bahwa dengan komitmen yang konsisten dan partisipasi aktif warga, mimpi Takalar Digital bukan sekadar angan-angan. Ini adalah jalan yang bisa kita tempuh bersama.
Ikuti perkembangan program pembangunan Takalar hanya di kilometer40.com/ — media online Anda dari kilometer 40.

