‘Pasukan Balira’ Bakal Beraksi di Penutupan MTQ XXXIII

TAKALAR, KILOMETER40.COM– Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi Sulsel ke 33 yang dipusatkan di kabupaten Takalar segera berakhir.

Rencananya, malam puncak atau malam penutupan akan dihelat malam ini, Rabu 8 Mei 2024 di Lapangan Makkatang Dg Sibali Takalar.

Seperti pada malam pembukaan, panitia kembali menghadirkan tari kolosal. Ratusan penari kembali akan menyuguhkan tarian yang lebih menarik.

“Malam pembukaan lalu, tari kolosal menyajikan tema kisah masuknya Islam di Takalar. Malam ini, temanya akan mengangkat kisah perlawanan Garuda Betina dari Timur, I Fatimah Daeng Takontu melawan kolonialisme. Beliau adalah putri Sultan Hasanuddin dari istrinya yang merupakan bangsawan Sanrobone Takalar.”ungkap Muhammad Hasbi, Ketua Panitia MTQ XXXIII tingkat Provinsi Sulsel, Rabu 8 Mei 2024.

Sebagai informasi, I Fatimah Daeng Takontu adalah putri dari Raja Gowa ke-XVI I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin dari istrinya I Daeng Talele, salah seorang bangsawan dari Sanrobone. I Fatimah lahir pada 10 September 1659.

“I Fatimah diangkat sebagai pimpinan pasukan perempuan yang terkenal dengan nama pasukan Balira. Pasukan perempuan Sanrobone ini, bersenjatakan balira yakni salah satu alat yang dipakai orang-orang tua dulu untuk bertenun kain. Panjangnya sekitar 1,5 meter, mirip pedang, tapi tidak tajam, namun keistimewaan balira ini, mampu menembus ilmu kebal dari musuh.”papar Hasbi yang juga Sekda Takalar.

Konon, menurut kepercayaan dari masyarakat Makassar, senjata balira ini memiliki kesaktian yang luar biasa. Senjata ini tidak melukai, hanya saja bila mana seseorang terkena pukulan balira, mereka tidak mendapatkan keselamatan dan akan terus menderita sakit seumur hidup. Itulah sebabnya, musuh yang tahu tentang senjata balira ini, mereka lebih takut berhadapan pasukan bersenjata balira dibanding dengan senjata tajam atau senjata api.

“Ratusan penari dari siswa siswi SMP, SMA dan Madrasah telah siap atraksi malam ini.”kuncinya.(*)

Leave a Reply