Perjuangan Kades Bersama Daeng Manye, Kini Warga Kaleko’mara Bisa Nikmati Jaringan Internet

Ilustrasi BTS

TAKALAR, KILOMETER40.COM– Pemerintah Desa (Pemdes) Kaleko’mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan
mendapatkan bantuan Base Transceiver Station (BTS) dari Telkomsel.

“Bantuan tersebut merupakan hasil usulan warga kepada Telkomsel melalui Mohammad Firdaus Daeng Manye,” kata Kepala Desa Kaleko’mara, Parawangsa kepada wartawan, Selasa (15/8/2023).

Mantan aktivis itu mengatakan, kesulitan akses telekomunikasi selama bertahun- tahun yang mendera warga Desa Kaleko’mara kini bisa teratasi. Bantuan BTS ini membuat impian warga untuk bisa menikmati jaringan telekomunikasi terwujud.

“Alhamdulillah, jaringan telekomunikasi sudah lancar meskipun baru satu dusun warga yang bisa menikmati. Saya selaku Pemdes Kaleko’mara berharap jaringan telekomunikasi ini secepatnya menjangkau warga di dusun-dusun lainnya,” pinta Parawangsah.

Sementara, Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan Desa Kaleko’mara adalah salah satu Desa terpencil di wilayah Kabupaten Takalar yang selama ini penduduknya kesulitan mengakses jaringan telekomunikasi sehingga potensi desa tersebut tidak pernah terangkat.

Keluhan warga adalah kesulitan untuk berkomunikasi, susah sinyal, sampai-sampai warga nyari sinyal itu harus naik mendaki gunung, berpindah-pindah ke tempat yang lebih tinggi.

“Adanya BTS ini menjawab persoalan telekomunikasi yang bertahun-tahun dikeluhkan warga Desa Kaleko’mara,” kata Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Mohammad Firdaus Daeng Manye menuturkan, adanya bantuan BTS ini bermula saat dirinya melakukan silaturahmi di Desa Kaleko’mara beberapa bulan yang lalu. Dalam pertemuan itu salah satu permintaan warga adalah dibangunkannya BTS.

“Saya kemudian komunikasi dengan teman-teman di Telkom dan juga teman di Telkomsel menyampaikan perihal ini dan alhamdulillah disambut baik, kemudian direncanakanlah pembangunan tower atau BTS itu untuk mencakup di daerah sekitaran Kaleko’mara,” ujarnya.

Tokoh pemerhati Takalar itu menuturkan bahwa perangkat transmisi untuk mendukung komunikasi pembicaraan BTS tersebut saat ini masih numpang di tower milik PT Wika setinggi 18 meter di area Bendungan Pammukulu.

“Itu sifatnya sementara. Nanti akan punya tower tersendiri. Nanti kalau sudah punya bangunan BTS tersendiri kemudian berada pada ketinggian yang memadai yang cukup maka coveragenya akan lebih luas dan bisa mancakup beberapa dusun di Kaleko’mara,” sambungnya.

Selain itu, Mohammad Firdaus Daeng Manye juga mengatakan bahwa jaringan fiber optik tersebut ditarik langsung dari Makassar ke Palleko, kemudian di cabangkan sepanjang 12 KM ke arah Kaleko’mara untuk memenuhi penambahan BTS dilokasi tersebut.

“Dan sampai saat ini kalau gak salah untuk kecepatannya bisa apload itu sampai dengan kecepatan 40 MBPS, kalau dilihat trefiknya perkembangannya semakin banyak maka teman-teman telkomsel akan menambah kapasitas MBPS nya sehingga akan lebih besar, lebih banyak orang yang bisa berkomunikasi,” pungkasnya.

Mohammad Firdaus menyampaikan dengan keberadaan BTS di Desa Kaleko’mara ini bisa membantu warga setempat dalam rangka meningkatkan perekonomiannya.

“Tidak hanya untuk komunikasi dengan keluarga atau kerabat diluar desa, tapi dengan keberadaan BTS ini bisa membantu petani untuk meningkatkan pendapatan perekonomiannya,” tutupnya.(*)

Leave a Reply