Dua Anggota BK Tak Tahu Soal Pemberhentian Ketua DPRD Takalar

TAKALAR, KILOMETER40.COM– Pemberhentian Ketua DPRD Takalar oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD menguak fakta baru.

Untuk diketahui, Badan Kehormatan (BK) DPRD Takalar melalui ketuanya, Andi Noorzaelan telah menandatangani sebuah keputusan krusial. Surat Keputusan bernomor 01 Tahun 2022 dan tertanggal 01 Agustus 2022 memutuskan untuk memberikan sanksi atas pelanggaran kode etik bagi Muh Darwis Sijaya.
Surat itu juga memutuskan untukmemberhentikan Darwis Sijaya selaku Ketua DPRD Takalar.

Anggota BK DPRD Takalar, Nur Annisa Said, justru mengaku tidak pernah mengikuti rapat BK dengan agenda apapun apalagi mengenai pemecatan Ketua DPRD.

“Tidak pernah.”singkat Annisa yang merupakan legislator PKS ketika dikonfirmasi, Selasa 3 Agustus malam.

Senada, Anggota BK lainnya, Pahlawang Maulana juga mengaku belum melihat surat keputusan BK yang dimaksud.

“Saya belum liat isi surat yang ditanda tangani Ketua BK.”kata Pahlawang Maulana yang merupakan legislator Partai Golkar.

Sebagai informasi, komposisi Badan Kehormatan (BK) DPRD Takalar terdiri dari 3 anggota DPRD.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Takalar, Hairil Anwar menegaskan bahwa sikap Ketua BK ini telah melanggar mekanisme beracara BK DPRD.

“Tidak sesuai mekanisme, tidak ada persidangan, tidak jelas pelanggaran.”tegas Hairil.

Fraksi PKS kata Hairil, tidak menanggapi persoalan ini secara serius. Politisi muda PKS ini juga mengaku telah berkordinasi ke anggota BK dari Fraksi PKS.

“Anggota kami yang masuk di BK telah menyampaikan ke fraksi bahwa belum pernah rapat soal pemecatan ketua DPRD.”pungkas Hairil.(*)

Leave a Reply