Jaksa Agung Resmikan Kampung RJ Desa Panyangkalang Takalar

TAKALAR, KILOMETER40.COM- Kampung ‘Restorative justice’ (RJ) di Desa Panyangkalang Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar mendapatkan atensi khusus Kejaksaan Agung RI.

Tak tanggung-tanggung, Kampung RJ Desa Panyangkalang diresmikan langsung oleh Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin, Rabu 16 Maret 2022.

Dalam paparannya melalui Video Conference langsung dari Gedung Kejaksaan RI, Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada semua pihak di Sulsel atas keberadaan Kampung RJ Desa Panyangkalang.

“Ada 31 titik Kampung RJ di Indonesia. Desa Panyangkalang ini adalah salah satu yang terlengkap SOP-nya. Ini luar biasa.”kata Jaksa Agung Burhanuddin.

Jaksa Agung menambahkan bahwa Rumah Restorative Justice merupakan suatu tempat yang mampu memberikan rasa aman nyaman dan semua orang kembali berkumpul dan tempat mencarikan solusi dari sebuah permasalahan di masyarakat.

“Oleh karena itu, kita memberikan nama ruang tersebut dengan rumah Restorative Justice (RJ). Rumah Restorative justice dengan nilai-nilai kearifan dan tumbuh dan berkembang di masyarakat secara umum. Kita menghidupkan kembali peran serta para tokoh masyarakat tokoh agama dan tokoh adat untuk bersama-sama dengan penegak hukum khususnya jaksa dalam proses penegakan hukum yang berkeadilan,”katanya lagi.

Kejari Takalar Salahuddin SH, turut menghadirkan pihak yang tersangkut proses hukum pada 2 perkara. Masalah tersebur terselesaikan tanpa melalui proses persidangan.

Kepala Desa Panyangkalang Ahmad Sabang menyatakan terima kasihnya kepada Kejaksaan Agung RI, Kejati dan Kejari, atas pendampingan di Rumah Restorative justice itu.

“Setidaknya, mulai awal beroperasi, Rumah RJ ini telah menyelesaikan lima masalah yang berpotensi masuk ke proses hukum. Kita mampu mencari solusi di Rumah RJ ini.”kata Ahmad Sabang yang berlatar belakang aktifis.

Untuk diketahui, Restorative Justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri. Mekanisme tata acara dan peradilan pidana yang berfokus pada pemidanaan diubah menjadi proses dialog dan mediasi untuk menciptakan kesepakatan atas penyelesaian perkara pidana yang lebih adil dan seimbang bagi pihak korban dan pelaku.

Peresmian turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Raden Febrytrianto, Bupati Takalar Syamsari Kitta dan dipandu langsung oleh Kajari Takalar Salahuddin.(*)

Leave a Reply