PB HIPERMATA Turut Soroti BPNT, Minta Polres Takalar Tidak Ragu Jerat Pelaku

TAKALAR, KILOMETER40.COM– Proses Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) turut disorot Pengurus Besar Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (PB Hipermata). Bagi mahasiswa, penyaluran BPNT tahun 2022 periode Januari, Februari dan Maret di sejumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Takalar, Sul-Sel, diduga menyalahi aturan sesuai perundang-undanangan yang berlaku.

“Berita yang kami dengar terkait adanya pengakuan dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengatakan bahwasanya mereka dipaksa untuk membelanjakan seluruh uang yang mereka terima pada toko agen e-warung yang telah ditentukan.”kata Alil Uraidi selaku ketua Umum Hipermata Komisatiat UNM, Minggu 6 Maret 2022 malam.

Kajian Hipermata, yang terjadi di lapangan, Kelompok Penerima Manfaat (KPM) harus menyetor seluruh uang yang diterima kepada agen lalu diberikan barang yang harganya bisa dikatakan tidak cukup Rp 600.000 atau hanya berkisar Rp 400.000-an.

Alil Uraidi selaku ketua Umum Hipermata Kom.UNM menyayangkan hal tersebut.
“Dalam penyaluran bantuan seharusnya KPM bebas membelanjakan uang yang diterima di toko mana saja tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. harapan Saya semoga kedepannya penyalur maupun agen e-warung lebih mengutamakan kesejahteraan rakyat dan tidak bermaksud meraup keuntungan sepeserpun dari program tersebut.”katanya lagi.

Ketua Umum PB- HIPERMATA Suhardi Mengatakan “Mendesak pihak APH (Polres Takalar) menyelidiki kasus ini sampai ada yang tersangka. Dan Hipermata siap aksi besar-besaran ketika Polres Takalar tidak serius mengusut tuntas kasus tersebut.”ancam Suhardi.(*)

Leave a Reply