Ahmad Jais, Rela Korbankan Tanah Demi Terbukanya Sekolah yang Ditutup Warga

TAKALAR, KILOMETER40.COM– Akhirnya kisruh penutupan SDN 153 Bontonompo di kelurahan Canrego kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel) berakhir. Sekolah tersebut ditutup oleh warga setempat yang mengaku sebagai ahli waris.

Adalah Ahmad Jais, Anggota DPRD Takalar dari Fraksi PKS. Jais mengambil langkah berani dengan terjun sebagai mediator dalam masalah ini.

Ahmad Jais akhirnya membangun kesepakatan dengan Muhammad Tahir Mappasissing, ahli waris pemilik lahan. Bahkan, legislator muda itu rela mengorbankan lahan pribadinya dalam bentuk barter lahan bagi ahli waris.

”Saya bertukar lokasi dengan ahli waris pemilik lahan sekolah setelah melalui rembuk panjang secara kekeluargaan sehingga pemilik lahan bersedia membarter lokasi itu. Alhamdulillah kegiatan belajar mengajar akan kembali berlangsung,” Jelas Ahmad Jaiz, Rabu 5 Januari 2022 saat serah terima lahan dimaksud.

Ahmad Jaiz yang memastikan diri akan naik kelas bertarung di DPRD Sulsel dapil Gowa – Takalar mengatakan upaya membuka sekolah tersebut selain untuk menyelamatkan proses belajar mengajar yang terbengkalai selama tiga tahun terakhir, Ahmad Jaiz juga mengatakan langkah itu merupakan investasi akherat.

” Saya hanya prihatin melihat kondisi sekolah itu yang ditutup selama ini dan langkah itu juga merupakan investasi untuk akherat dan sebagai gantinya saya menghibahkan lahan pribadiku sebagai pengganti untuk ahli waris yang berlokasi di Lingkungan Tana Tana, Kelurahan Canrego” Urai Legislator PKS ini.

Sementara itu, kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (DPK) Kabupaten Takalar, Drs Irwan Sijaya yang hadir menyaksikan proses terbukanya gerbang SDN 153 Bontonompo membenarkan hal tersebut dan mengatakan atas nama pemkab Takalar mengucapkan terima kasih pada anggota DPRD Takalar yang telah berperan penting atas terbukanya kembali sekolah.

” Terima kasih pak dewan atas andilnya sehingga sekolah itu terbuka kembali, Insa Allah, proses belajar mengajar akan dilaksanakan dalam waktu dekat,” Ucap Irwan Sijaya.

Selain kadis pendidikan dan kebudayaan, Kabid pendidikan dasar, Rakhmadi yang hadir dalam kegiatan itu, sejumlah Tokoh Masyarakat, orang tua siswa, hadir pula pemerintah kecamatan Polsel dan pihak Dewan pendidikan.(*)

Leave a Reply