Ekonomi RI Minus 5,3%, hanya Sektor Pertanian yang ‘Kebal” Corona

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko (kedua kanan) didampingi Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari (kedua kiri) melakukan panen padi varietas super genjah M70D di Desa Curug, Klari, Karawang, Jawa Barat, Kamis, 07 November 2019|ist

KILOMETER40.COM– Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II 2020 minus 5,3%. Namun, kemerosotan tidak terjadi di semua sektor, seperti pertanian yang masih mencatatkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang positif.

Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian justru melesat positif hingga mencapai 16,24 persen pada triwulan II (Q to Q).

Bahkan, catatan dari tahun ke tahun (Y on Y), sektor pertanian tetap mampu tumbuh positif hingga 2,19 persen. Pertumbuhan sektor pertanian sekaligus membuat kontribusinya terhadap ekonomi nasional terus meningkat.

“Kalau kita lihat sektor pertanian pada kuartal II-2019 itu adalah 13,57 persen, tapi pada kuartal II ini kontribusi sektor pertanian pada PDB meningkat menjadi 15,46 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2020.

Menurut Suhariyanto, peningkatan sektor pertanian dipicu lantaran tanaman pangan mengalami pertumbuhan yang mengakibatkan puncak panen padi terjadi pada Triwulan II 2020.

Seperti diketahui, musim panen raya yang bisa jatuh pada Februari-Maret, tahun ini bergeser ke bulan Maret-April. Panen juga terus terjadi pada bulan Mei dan Juni yang masuk dalam termin kuartal II 2020.

Di samping itu, kata Suhariyanto, tanaman perkebunan juga mengalami pertumbuhan positif. Ini karena subsektor tersebut didorong oleh peningkatan produksi kelapa sawit, kopi, dan tebu dibeberapa sentra produksi. Kemudian ada juga beberapa peningkatan permintaan luar negeri untuk komoditas olahan kelapa sawit (CPO).
“Dari lima besar penyumbang ekonomi terbesar memang hanya sektor pertanian yang masih mencatat pertumbuhan. Sedangkan sektor industri, perdagangan, konstruksi dan pertambangan semuanya mengalami pertumbuhan negatif,” katanya.
Suhariyanto berharap, ke depan sektor lainnya mampu mengikuti jejak sektor pertanian yang tumbuh positif di tengah kondisi seperti saat ini. (*)

Leave a Reply