Telah Diaudit BPK, Pengadaan Sapi Desa Su’rulangi Masih Ada yang ‘Goreng’

Bupati Takalar H. Syamsari,S.Pt.MM menyerahkan bantuan berupa ternak sapi  induk kepada petani ternak dan alat kesehatan kepada kader kesehatan di desa Su’rulangi Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Jumat (27/12/2019) lalu.

TAKALAR, KILOMETER40.COM- Pengadaan Sapi di Desa Su’rulangi Tahun Anggaran 2019 dalam sorotan. Program yang dibiayai dari Dana Desa sebanyak 20 ekor, dianggarkan sebesar Rp. 200 Juta rupiah.

Setelah mendapat sorotan dari berbagai media, penjabat Kepala Desa Su’rulangi, Baharuddin memberikan penjelasan seputar persoalan ini.

“Terkait maraknya pemberitaan tentang pengadaan sapi di Desa Su’rulangi yang dianggap Mark Up anggaran, saya ingin jelaskan beberapa hal. Karena kesannya mengada-ada.”bantah Baharuddin, Jumat (17/7/2020).

Pertama, kata Baharuddin, bahwa pengadaan sapi itu menelan anggaran Rp. 200 juta dengan estimasi Rp 10 juta per ekor.

“Proses pengadaannya telah melalui proses audit dari BPK. Program sapi ini menjadi sampel terpilih secara acak dari BPK. Dinyatakan clear.”urainya lagi.

Kedua, Baharuddin menambahkan jika beberapa ekor yang pihak pemdes adakan, sudah ada enam ekor yang melahirkan. Kondisi tubuh sapi yang sudah melahirkan tersebut yang dinilai kurus.

“Sapi yang dianggap kurus itu adalah sapi yang sudah melahirkan. Sudah ada enam ekor anak sapi hasil pengadaan itu.”tukasnya.

Untuk menghindari polemik yang sudah mengarah fitnah, Baharuddin telah mengumpulkan para penerima manfaat program.

“Para penerima manfaat telah kami kumpulkan hari ini. Saya ingin mendengar langsung keluhan mereka seperti yang terungkap di beberapa media. Mereka justru kaget dengan adanya informasi seperti itu.”jelasnya.

Baharuddin punya kesimpulan sementara bahwa ada oknum perangkat desa yang memberi informasi salah kepada media dan cenderung mengada-ada.(*)

Leave a Reply