Bukan SYL, ini Alasan Jokowi Tunjuk Prabowo Pimpin Program Lumbung Pangan Nasional

JAKARTA, KILOMETER40.COM– Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan alasannya memilih Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto memimpin sektor program Lumbung Pangan Nasional.
”Kemarin kan sudah saya sampaikan bahwa food estate (lumbung pangan) itu berangkat dari peringatan FAO bahwa akan ada krisis pangan dunia. Sehingga perlu kita antisipasi cepat dengan membuat cadangan pangan strategis,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/6/2020).

“Yang namanya pertahanan itu bukan hanya urusan alutsista, tetapi juga ketahanan di bidang pangan menjadi salah satu bagian dari itu. Dan ini sudah disampaikan Menhan dengan hitung-hitungan cost berapa, anggaran berapa, dalam membangun food estate yang ada di Kapuas dan Pulang Pisau,” ujar Jokowi.
Meski leading sektor Lumbung Pangan Nasional ada di tangan Menteri Pertahanan Prabowo Soebianto, bukan berarti urusan pertanian juga diambil alih oleh Prabowo. Jokowi menegaskan urusan pertanian dan stok pangan tetap menjadi wewenang dan tanggung jawab Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

“Tapi tetap Mentan kan juga back up di situ. Nanti urusan pertanian yang lain, pangan yang lain ya tetap Mentan. Jadi pak Menhan menjadi leading sektor di situ karena memang kita ingin membangun cadangan strategis pangan. Sehingga nanti kalau misalnya kekurangan beras ya tanam padi. Kalau kekurangan jagung ya tanam jagung. Kemarin sudah kita cek, jagung bisa, padi bisa. Cabai, tanam di situ,” terang Jokowi.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menunjuk Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo menjadi leading sector untuk program Lumbung Pangan Nasional. Karena program ini menyangkut cadangan strategis di sektor pangan.

Dalam pelaksanaan pembangunan kawasan Lumbung Pangan Nasional, Jokowi mengharapkan adanya dukungan penuh dari Gubernur dan Bupati di Provinsi Kalimantan Tengah. Agar program ini dapat berjalan dengan baik.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengharapkan dengan adanya cadangan strategis pangan ini, pemerintah bisa mengatur logistik pangan bila ada daerah-daerah yang mengalami kekurangan pangan.
Bila ada kelebihan stok pangan, lanjut Jokowi, baru bisa di ekspor ke negara lain. Ditegaskannya, yag paling penting kebutuhan pangan di dalam negeri terpenuhi dulu, baru sisanya diekspor ke luar negeri.(*)

Leave a Reply