Pengamat UI Nilai Kinerja Menteri Pertanian Kurang Memuaskan. Begini Penyebabnya

Mentan SYL didampingi Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL, kala beekunjung di kabupaten Gowa, Minggu (31/5/2020)

KILOMETER40.COM- Kemarahan Jokowi terhadap kinerja kabinet memantik berbagai pandangan. Jokowi marah lantaran ia menganggap para menteri tidak bekerja secara maksimal di tengah pandemi Covid-19.

Bahkan, Jokowi sampai mengancam akan ada pergantian menteri atau reshuffle.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Indonesia (UI), Agus Pambagio menyoroti sejumlah Menteri. Mulanya, Agus menilai bahwa Jokowi sebenarnya tak ingin merilis video marahnya itu.

Namun karena kinerja masyarakat masih dianggap biasa saja setelah 10 hari maka Jokowi akhirnya menyuruh Istana merilis video tersebut.

“Maka Beliau memerintahkan bawahannya melalui Setneg, melalui istana itu melepas saja di publik,” ujar Agus di acara Prime Talk MetroTV, Selasa (30/6/2020).

Pertama hal yang pertama disorot oleh Agus adalah Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

“Kalau bagian mana tentu pertama, soalnya pandemi ini kan kesehatan, jadi Menkes harus melakukan sesuatu yang extraordinary,” ujar Agus.

Lalu, Agus menilai Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi juga kurang maksimal. “Kemudian tempat berkumpulnya karena Covid ini kan, pergerakan orang di perhubungan jadi menteri perbuhubungan,” katanya.

Lalu soal berantakannya penyaluran bantuan sosial menjadi evaluasi bagi Menteri Sosial, Juliari Batubara. “Kemudian juga lalu bantuan ketika dilakukan PSBB kan orang miskin harus dikasih makan oleh negara tapi bansos kan berantakan.”tukasnya.

Kemudian, yang jarang dibahas terkait ketersediaan pangan selama pandemi. Menurutnya Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo belum menunjukkan kinerjanya dalam mengatasi ketersediaan pangan.

“Keempat kemudian ini kan kita bahas soal pangan dan sampai saat ini belum ada yang bahas serius Menteri Pertanian juga tidak punya bahan soal pangan. Karena semakin rendah ekonomi masyarakat semakin banyak kita makan beras,” singgung Agus.

Lalu ada Menteri Pariwisata, Wishnutama yang dinilai sama sekali belum menunjukkan gebrakan.

Tak berhenti di sana, sejumlah Menteri Koordinator juga dinilai kurang. Menteri Koordinator itu antara lain, Luhut Binsar Pandjaitan, Airlangga Hartarto, dan Muhadjir Effendy.

“Kemudian tentu ada Menteri Koordinatornya PMK kemudian, kemudian ada Menteri Koordinatornya Perekonomian dan Menteri Koordinator Marinves (Maritim dan Investasi),”urainya.

Terakhir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang turut menjadi sorotan Agus.

“Itu semua saya pikir perlu, kemudian ekonomi kan presiden concern pada ekonomi tentu Menteri Perdagangan sampai hari ini saya belum dengar apa yang dikerjakan Menteri Perdagangan,” sambung Agus.

Sehingga ada sembilan Menteri yang disorot oleh Pakar dari Universitas Indonesia itu.(*)

Leave a Reply