Minim Anggaran Tangani Dampak Corona, Pemkab Takalar Justru Sibuk Tender Rp. 6 Milyar

TAKALAR, KILOMETER40.COM- Virus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang merebak di tanah air, mempengaruhi semua sektor kehidupan di tanah air. Bahkan, Pemerintah Pusat memutuskan untuk menunda proses pelelangan fisik untuk proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana APBN lebih banyak digeser untuk penanganan pandemi corona.

Sayangnya, hal itu tidak terjadi di Takalar. Dari laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) milik pemkab Takalar, Dinas Kesehatan setempat menggelar lelang pembangunan instalasi pengolah limbah (IPAL) Puskesmas. Tak tanggung-tanggung, nilai proyek ini bernilai Rp 6 Milyar.

“Iya pak. Untuk tangani limbah puskesmas di Takalar.”kata staf Unit Layanan Pengadaan (ULP) pemkab Takalar.

Kritik datang dari aktifis dan pegiat sosial, Panji Hartono. Aktifis dari UIN Alauddin Makassar menyayangkan langkah pemkab Takalar.

“Secara normatif, tidak ada yang dilanggar. Namun secara etika, harusnya anggaran ini direlokasi untuk menangani dampak sosial dan ekonomi akibat merebaknya pandemi Corona di Takalar,”papar Panji, ketika dimintai tanggapan, Senin (13/4/2020)

Menurutnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan Mendagri Nomor 20 Tahun 2020, yang intinya adalah pemerintah daerah dapat melaksanakan visi remunerasi, relokasi APBD dengan tiga fokus utama.
Peningkatan kapasitas kesehatan, daya tahan ekonomi masyarakat serta menjaga pertumbuhan dunia usaha.

“Kapasitas di bidang kesehatan, yang dimaksud adalah peningkatan kapasitas rumah sakit standar situasi COVID-19 dan juga kampanye pencegahan. Disitu fokusnya yang ditegaskan pemerintah pusat. Bukan urusan limbah Puskesmas.”tegas Panji.

Seharusnya, dengan dua warga yang positif corona dan belasan ODP, Panji berharap pemkab memparsialkan anggaran untuk penanganan aspek ekonomi dan sosial.

“Coba kita cermati. Sembako yang banyak terbagi di masyarakat, bersumber dari dana desa. APBD kita kemana?.”terangnya.

Untuk diketahui, ada dua warga Takalar yang positif terjangkit covid-19 dan sedang menjalani isolasi di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.(*)

Leave a Reply